Friday, November 6, 2015

Oh, jadi gitu ?



Sore ini, Damara sedang memikirkan seorang lelaki yang belakangan ini membuat hatinya gembira. Namanya Roane. Damara selalu merasa nyaman ketika di dekatnya. Dia seorang cowok yang baik, humoris, pintar, tidak menyebalkan seperti cowok lainnya. Dia bisa mengajari Damara ketika Damara tidak bisa mengerjakan suatu pelajaran. Mereka sekelas, dan itu makin membuat mereka merasa semakin dekat.
Hari ini sedang mendung. Jam istirahat pun selesai. Waktunya kembali ke kelas. Roane pun memanggil Damara sambil berlari dengan riangnya.
“Damara !! Pulang nanti aku mau mengajakmu ke suatu tempat.” ujar Roane.
“Mau kemana ??” tanya Damara penasaran.
“Udah pokoknya nanti ikut aja ya.”
Saat pulang sekolah, dia menarik tangan Damara dengan senyum semringahnya. Senyum yang khas dari pipinya. Senyum yang membuat setiap orang jatuh cinta terhadapnya.     
“Duhh.. Mau kemana sihh kitaa..” kata Damara.
“Udahh kamu tenang aja. Pokoknya, pasti kamu suka.” ujar nya sambil menggengam tangan Damara.
Setibanya di suatu restoran di daerah Kemang, mereka duduk di meja yang sudah Roane pesan untuk mereka. Restoran itu sangat indah, dengan dikelilingi taman yang menawan. Kesukaan Damara.
“Iiih.. Bagus banget !! Kamu tau aja aku suka tempat kaya gini..” Damara tersenyum memandang Roane.
“Iya dong. Namanya juga Roane hehehe.. Oh iya, kamu mau pesen apa ?”
“Chocolate pancake sama hot chocolate aja deh.” kata Damara sambil menutup buku menu.
“Aku juga sama deh. Samain aja ya mbak punya saya.” tengoknya ke waiters.
Mereka saling terdiam dalam beberapa saat. Sibuk dengan urusannya masing-masing. Damara memutuskan untuk membuka hp. Beberapa pesan masuk dan meminta untuk dibalas. Ia segera membalasnya. Anna, sahabatnya ingin curhat kepadaku. Dia sedang senang. Yah, dia sudah jadian dengan cowoknya. Katanya namanya adalah Rian.
“Roane, si Anna baru jadian nih katanya hahaha. Seneng banget dia, gara-gara ga jomblo lagi kali ya.” tawa Damara dengan senangnya.
“Hahaha.” Roane ikut tertawa. Tapi Damara bisa merasakan ada yang aneh dalam tawanya.
Kemudian makanan mereka pun datang. Damara langsung memakannya karena kelaparan. Tapi tidak dengan Roane. Dia kelihatan sedang memikirkan sesuatu.
“Kamu kenapa Roane. Koq kayaknya kebingungan gitu.. Apa jangan-jangan kamu sakit ya ?” Damara pun memegang kening Roane.
“Enggak ah. Kamu gapapa. Apa kamu ga enak badan ?”
“Aku gapapa koq. Udah, lanjutin aja makannya.” kata Roane sambil mengambil sendok dan garpunya. Tapi aku merasa ada yang aneh. Tidak biasa-biasanya dia kelihatan memikirkan sesuatu.
“Kamu kenapa sih. Jujur aja sama aku. Aku bingung kamu kenapa.” ujar Damara khawatir.
“Aku gapapa. Kamu tenang aja. Mungkin kecapean aja kali. Kamu udah selesai makannya ? Kalo udah kita pulang yuk.” ajak Roane.
“Yaudah, yuk pulang.” tapi Damara masih penasaran apa yang dipikirkan Roane. Biarin ajalah, lagian itu bukan urusan gue. Katanya dalam hati.
Damara pun mencoba meng SMS Anna. Dia bercerita tentang kelakuan aneh Roane selama makan tadi. Tapi Anna mencoba membuatku tetap berpikiran positif. Mencoba mempercayai pacarnya. Yah, Anna memang selalu memberikan nasehat yang baik buatku. Dia seorang sahabat juga penasehat buat Damara. Mereka menyudahi percakapan nya. Karena katanya dia diajak makan malam dengan pacarnya. Damara menyuruhnya untuk bersiap-siap dan akhirnya membiarkannya tidak membalas pesan nya lagi. Damara mencoba menghubungi Roane tapi tidak diangkat. Dia bergumam sendiri, mungkin Roane sedang sibuk.
Keesokan harinya, Anna mengajak Damara untuk pergi ke suatu mall di Jakarta. Dia juga mengajak pacarnya untuk berkenalan dengan Damara.
“Dam, yuk kita berangkat. Nanti keburu kesiangan ga bisa nonton bareng lagi. Kan rame biasanya kalo udah siang. Si Rian juga udah jalan nihh.” ajak Anna.
“Ayuk aja. Gue bingung nih, si Roane ga bisa dihubungin semenjak gue pulang makan kemaren.”
“Udahlah, tenang aja. Mungkin dia lagi sibuk atau butuh waktu sendiri. Nanti dia juga pasti ngehubungin lu koq.” tenang Anna. Iya juga, pikirku. Biarin dulu aja kali ya.
Setibanya mereka di mal tersebut, mereka langsung berjalan-jalan untuk mencuci mata. Melihat aneka pernak-pernik yang biasa cewek sukai. Ketika siang tiba, mereka memutuskan untuk menonton film di bioskop. Anna menghubungi Rian dan menyuruhnya untuk menyusul mereka ke bioskop. Damara merasa melihat Roane dalam sekejap. Sebelum akhirnya Anna berkata “Tuh Rian.”
“An, itu Rian ?!” Damara terkejut melihat apa yang dilihatnya.
“Iya, itu Rian. Emang kenapa Dam ?” tanya Anna bingung.
“Itu juga Roane, Na..” kata Damara lemas.
Rian atau Roane itu menghampiri mereka dan juga kaget melihat Damara. ‘Plakk’ Damara langsung menamparnya dengan gemas.
“Jadi, kamu selama ini playboy ? Kamu selingkuh dari aku ?? Selingkuh sama sahabat aku ?! Dan itu juga alasan kamu kenapa ga pernah menghubungi aku ??” Damara merasakan amarahnya yang membahana.
“Aku ga bermaksud gitu Dam. Maafin aku.” Roane memandangku dengan tampang tak berdosa.
“Siapa nama asli kamu hah ? Kamu ngaku sama aku Roane, sama Anna Rian. Mulai sekarang kita putus!!” Damara memalingkan mukanya kepada Anna, dia tidak memberikan kesempatan sedikit pun bagi cowok itu untuk mengelak.
 “Aku juga ga nyangka sama kamu. Aku juga mau putus! Dan jangan pernah menghubungi aku lagi titik! Dam, ayo kita pulang. Aku ga nyangka akhirnya kaya gini. Aku benci sama dia!” kata Anna dengan muka yang marah sekaligus sedih. Sedih akan kebohongan yang selama ini diutarakan cowok tidak bertanggung jawab itu.
Setelah beberapa minggu setelah kejadian itu, banyak cewek yang mereka kenal rupanya telah ditipu juga oleh cowok tersebut. Kabar terakhir yang mereka dengar cowok tersebut seakan terkena karma. Dia ditipu cewek yang dipacarinya dengan cara yang dia lakukan terhadap perempuan lainnya.
~ The End ~